PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH

Oleh: I s r a l, S.HI

Sekira medio 90-an, konon, di Pulau Belitung ada peraturan tentang pendistribusian zakat fitrah. Disebutkan dalam peraturan itu bahwa peruntukan zakat fitrah yang telah terkumpul pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai berikut: 50% didistribusikan kepada mustahiq, 30% didistribusikan kepada UPZ yang bersangkutan, dan sisanya 20% untuk Badan Amil Zakat Kecamatan (BAZ). Masa-masa peraturan itu dikeluarkan, Pulau Belitung belum mengalami pemekaran seperti saat ini sehingga di sana masih terdapat satu kabupaten. Seorang sahabat mengatakan, “itu peraturan zaman jahiliyah”.

Penulis sendiri hingga tulisan ini dibuat belum melihat peraturan itu. Hanya saja karena masih ada kecamatan yang menerapkan peraturan tersebut, terbersitlah niat untuk menyigi hal ini lebih jauh hingga terang benderang duduk perkaranya. Ada dua hal yang harus dilihat terlebih dahulu: mashraf zakat fitrah dan; waktu pendistribusian zakat fitrah.

Mashraf Zakat Fitrah

Ada dua pendapat yang berkembang di kalangan fuqaha’ tentang kepada siapa zakat fitrah itu disasarkan (mashraf). Pertama, kepada golongan yang disebutkan dalam Surat at- Taubah ayat 60, yaitu: fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, sabilillah, dan ibnu sabil. Alasan kelompok ini karena kata al- shadaqat dalam ayat itu bersifat umum, maka hal itu mencakup semua bentuk zakat tak terkecuali zakat fitrah. Ulama dari kalangan Syafi’iyah memegang pendapat ini.

Kedua, zakat fitrah diberikan khusus kepada fakir dan miskin. Beberapa alasan kelompok ini adalah:

1. Hadits Rasulullah, “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dia berkata bahwasanya Rasulullah mewajibkan zakat fitrah bagi orang yang berpuasa untuk menghapus kesalahan yang diakibatkan oleh perkataan dan perilaku yang tidak bermanfaat dan merupakan makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang membayar zakat sebelum pelaksanaan sholat ied, maka zakatnya diterima, dan barangsiapa yang membayarnya setelah melaksanakan sholat ied, maka ia termasuk sedekah biasa” (HR. Abu Dawud, Ibn Majah). Perhatikan kalimat, “merupakan makanan bagi orang-orang miskin” dalam hadits tersebut. Ini merupakan takhsish terhadap keberadaan Surat at- Taubah ayat 60.

2. Zakat fitrah termasuk jenis kaffarah (penebus kesalahan, dosa), sehingga wujudnya makanan yang diberikan kepada orang yang berhak, yaitu orang fakir dan orang miskin.

3. Surat at- Taubah ayat 60 secara khusus membicarakan tentang zakat mal jika berdasarkan kepada rangkaian ayat sebelum dan sesudahnya.

4. Kewajiban yang dibebankan oleh zakat fitrah dan zakat yang lain berbeda, begitu pula tujuan disyariatkannya. Sehingga tidak pantas memperlakukan kedua jenis zakat ini secara sama termasuk pendistribusiannya. Yusuf Qardawi menyebut ada beberapa ulama yang tergabung dalam kelompok kedua yang mengkhususkan distribusi zakat fitrah hanya kepada fakir dan miskin. Mereka adalah Muhammad Ibnu Rusyd, al Qurthubi, ulama-ulama dari madzhab Maliki, Ahmad bin Hambal, Ibnu Taymiyyah, Ibnul Qoyyim al Jauziyah, Imam Hadi, Qashim dan Imam Abu Thalib.

Dari dua pendapat tersebut, kelihatannya pendapat kedualah yang lebih kuat. Pendapat ini juga disetujui oleh al-Lajnah ad-Da’imah li al-Buhuts al’Ilmiyyah wa al-Ifta’ (Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiah dan Penggodokan Fatwa). Ini semacam MUI-nya Saudi Arabia. Sementara itu UU No. 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat tidak menyebut secara khusus kepada siapa zakat fitrah didistribusikan. Namun begitu, KMA No. 373 Tahun 2003 Tentang Pelaksanaan UU No. 38 Tahun 1999 cukup memberi isyarat akan hal ini, “Mendahulukan orang-orang yang paling tidak berdaya menurut kebutuhan dasar secara ekonomi dan sangat memerlukan bantuan” (Pasal 28 ayat (1) huruf b.

Waktu Pendistribusian

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas di atas, maka waktu pendistribusian zakat fitrah adalah sebelum pelaksanaan shalat ‘id. Begitu juga yang dapat disimpulkan dari hadits berikut, “Dari Ibnu Umar ra. ia mengatakan: “Rasulullah SAW. menfardhukan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas budak sahaya orang merdeka laki-laki wanita kecil dan besar dari kaum muslimin. Dan Nabi memerintahkan utk ditunaikan sebelum keluar orang-orang menuju shalat .” (HR. Bukhari).

Hampir semua fuqaha menyetujui bahwa waktu pendistribusian zakat fitrah adalah sebelum pelaksanaan shalat ‘id dan tidak ada pula yang menentang bahwa zakat fitrah yang didistribusikan sesudah shalat ‘id sama nilainya dengan sedekah biasa.

Kembali kepada peraturan yang ada di Pulau Belitung tadi. Pendistribusian model begitu jelas-jelas tidak ada dasar syar’i-nya. Zakat fitrah yang diuntukkan buat fakir dan miskin malah diberikan juga kepada UPZ dan BAZ. UPZ dalam Keputusan Dirjen Bimas Islam dan Haji No. D/291 Tahun 2000 disebutkan tidak bertugas mendayagunakan zakat. Sedangkan BAZ tidak berhak menerima dan menyimpan zakat fitrah walaupun di kemudian hari akan disalurkan menurut keinginan pemerintah yang membentuknya. Keinginan pemerintah itu misalnya: untuk membiayai MTQ/STQ, untuk biaya Safari Ramadhan dan lain sebagainya program mereka yang sekilas kelihatan benar. Jangankan program-program yang telah dibiayai oleh APBD seperti itu, untuk membangun masjid pun tidak diperbolehkan menggunakan zakat fitrah. Demikian fatwa al- Lajnah ad- Da’imah.

Menghadapi persoalan ini sejatinya diperlukan pengurus BAZ yang benar-benar mengerti hukum zakat dan benar-benar amanah serta kesiapan meletakkan ajaran Islam di atas wewenang pemerintah yang meng-SK-kan mereka. Sehingga tujuan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkara yang sia-sia dan perkataan kotor serta memberi makan orang miskin dapat dicapai. Wa Allah A’lam bi al-shawab.[]

Sumber: Bangka Pos, Tgl. 29 Agustus 2011

Photo: http://www.paranti1056.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: